cara resign baik terhormat

Cara Resign Terbaik dan Terhormat

Ada banyak banyak alasan kenapa seseorang memilih mundur atau resign dari kerjaannya, tapi apa pun alasannya, yang penting bagaimana kamu bisa melakukan dan melaksanakannya dengan cara yang terhormat. Jangan sampai ketika berhenti kerja malah membuat akhir catatan yang buruk dengan perusahaan saat ini. Bila masih ingin melanjutkan karir kerja di bidang yang sama, hal seperti ini tentu saja bisa mempengaruhi reputasi dalam jangka panjang dan prospek masa depanmu.

Jadi, jika memutuskan untuk berhenti kerja, maka kamu juga harus berpikir tentang bagaimana membuat surat resign secara terhormat, serta bisa tetap menjaga hubungan baik dengan pimpinan dan perusahaan sebelumnya. Yuk, simak cara resign terbaik dan terhormat berikut ini agar tidak salah langkah!

1. Usahakan untuk meninggalkan kesan yang baik

Sebagian orang mengajukan pengunduran diri ketika merasa lelah dan tidak bisa melakukan pekerjaannya lagi. Perasaan lelah ini seringkali menurunkan produktivitas. Meskipun hal ini adalah sebuah perasaan yang bisa dipahami, kamu harus melakukan segala yang kamu bisa untuk berusaha mengerjakan proyek terakhir semaksimal mungkin. Kamu menginginkan rekomendasi dari atasanmu nantinya, atau kamu mungkin akan bekerja sama dengannya lagi. Hal yang paling baik adalah jika kamu bisa dikenang sebagai pekerja keras yang mencurahkan segalanya selama bekerja.

2. Berikan pemberitahuan

Jika kamu ingin mengundurkan diri dalam kondisi yang baik dan memungkinkan, jangan biarkan atasanmu kesulitan dan bersusah payah untuk mengisi posisimu. Berikan pemberitahuan setidaknya dua minggu sebelumnya (atau waktu pemberitahuan minimal yang ditentukan dalam surat kontrak kerja jika bisa digunakan) sehingga atasan kamu dapat menyiapkan karyawan lain untuk menggantikan posisi kamu atau memiliki waktu untuk mengurus penggantian karyawan.

Meskipun kontrak kerja kamu tidak menetapkan waktu pemberitahuan pengunduran diri, kamu harus mengajukan pemberitahuan sekitar 2-3 minggu sebagai bentuk sopan santun pada atasanmu.

3. Berbicara jujur dengan atasan terlebih dahulu

Kebanyakan karyawan ketika memutuskan ingin berhenti kerja merasa takut untuk mengutarakan langsung dengan pimpinannya, padahal ini merupakan sesuatu yang paling penting dilakukan. Ketika kamu bertekad pada keputusan untuk berhenti kerja, pastikan untuk memberitahu pimpinan tentang niat kamu sebelum orang lain tahu. Sebaiknya lakukan secara pribadi seperti bicara dan masuk ke ruangannya, kecuali jika benar-benar mustahil, mungkin bisa lewat email. Jujurlah ‚Äč‚Äčtentang alasanmu mengundurkan diri. Jangan sampai berbohong atau menutupinya. Dengan cara ini bos mu akan menghargai kejujuran lebih dari yang kamu pikirkan.

4. Selesaikan pekerjaan atau kewajiban yang belum selesai

Ini adalah hal yang baik dan bijaksana untuk dilakukan. Atasan dan rekan kerja kamu pasti menghargainya. Selesaikan pekerjaan yang kamu tangani dan siapkan panduan bagi orang yang akan mengisi posisi. Pertimbangkan untuk membuat berkas yang menjelaskan proyek-proyek jangka panjang dan hal-hal penting lain yang harus dikerjakan yang mungkin perlu diketahui oleh penggantimu. Pastikan semua berkas disimpan berurutan, diberi label, dan mudah ditemukan. Kamu pasti tidak ingin rekan kerja yang kebingungan meneleponmu setelah kamu keluar dari perusahaan karena tidak bisa menemukan salah satu berkas.

Langkah ini sangat penting jika kamu bekerja dalam satu tim. Setelah kamu memberikan pemberitahuan dua minggu sebelumnya, diskusikan dengan tim kamu, siapa saja yang akan melakukan tugas-tugas tertentu sampai ada pengganti untukmu.

 

 

 

 

 

 

Artiket ini dikutip dari: https://www.shopback.co.id/

Loker Semarang, pusat informasi lowongan kerja nomor satu dan terpercaya di Semarang dan sekitar dengan followers Instagram lebih dari 378K.